LESTARIKAN BUDAYA KUANSING

YOLI AGESTIN
TUGAS ART OF CULTURE
GMP RONALDO ROZALINO S.Sn
KELAS XII IPA2


Kuansing adalah salah satu kabupaten di Riau yang memiliki banyak kebudayan yang sampai saat ini masih berkembang.Salah satu dari kebudayaan yang masih sangat merakyat saat ini adalah pacu jalur.Kebudayaan pacu jalur merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang rutin diadakan untuk menyambut hari kemerdekaan Indonesia yang sudah menjadi agenda tahunan provinsi Riau.Pacu jalur ini sudah ada sejak satu abad yang lalu yakni sejak tahun 1903 sampai sekarang yang puncaknya dilaksanakan di tepian narosa. Pacu jalur sudah dilakukan secara turun temurun,pacu jalur bukan sekedar ajang mencari yang terbaik atau memperebutkan piala bergilir.Tetapi pacu jalur lebih cendrung untuk menjalin rasa kekeluargaan dan silaturahmi antar anak pacuan dan warga kuansing.Tapi pacu jalur tahun 2009 sekarang menggambarkan antusias peserta jalur menurun dari tahun sebelumnya yaitu 160 menurun menjadi 136 jalur.Mungkin disebabkan oleh sulitnya untuk mencari kayu jalur yang besar dan panjang.Mudah-mudahan pacu jalur ini tidak akan punah dan tetap terjaga dan lestari sampai anak cucu.Tapi pemerintah sudah mengantisipasi supaya warga desa tidak susah mencari kayu jalur dengan cara tidak merusak dan membabat hutan lindung yang ada disetiap desa.Program pemerintah ini harus kita dukung dan kita indakan.Dengan adanya antusias yang cukup tinggi dari berbagai pihak kita sebagai penerus bangsa kita harus melestarikan budaya kuansing ini."Kebudayaan kuansing berkembang di tangan anak bangsa"
YOLI AGESTIN
XI IPA2
ART OF CULTURE
GMP : RONALDO ROZALINO S.Sn
Tarian Piring merupakan seni tari yang dimiliki oleh orang Minangkabau yang berasal dari Sumatera Barat. Tarian tersebut menggambarkan rasa kegembiraan dan rasa syukur masyarakat Minangkabau ketika musim panen telah tiba, dimana para muda mudi mengayunkan gerak langkah dengan menunjukkan kebolehan mereka dalam mempermainkan piring yang ada di tangan mereka.

Tarian ini diiringi lagu yang dimainkan dengan talempong dan saluang, yang dimana gerakannya dilakukan dengan cepat sambil memegang piring di telapak tangan mereka. Kadangkala piring-piring tersebut mereka lempar ke udara atau mereka menghempaskannya ke tanah dan diinjak oleh para penari tersebut dengan kaki telanjang.

Kesenian tari piring ini dilakukan secara berpasangan maupun secara berkelompok dengan beragam gerakan yang dilakukan dengan cepat, dinamis serta diselingi bunyi piring yang berdentik yang dibawa oleh para penari tersebut. Pada awalnya sejarah tari piring ini memiliki maksud dalam pemujaan masyarakat minangkabau terhadap Dewi Padi dan penghormatan atas hasil panen. Namun pada jaman sekarang tarian tersebut lebih sering diadakan pada acara pernikahan.

Tari Piring ini menjadi sangat digemari bahkan di negeri tetangga juga seperti Malaysia tari ini sering dibawakan. di luar negeri tari piring dikenal dan disenangi karena tarian ini memiliki gerakan yang enerjik, bersemangat, atraktif, dinamis, serta gerakan dari tari tersebut tidak monoton sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para penonton Tari Piring.
 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 u_why |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.